Kendaraan berat dengan muatan berlebih menjadi salah satu pemicu jalan cepat bolong. Termasuk kendaraan-kendaraan pengembang yang tengah menguruk lahan. Meski demikian, dewan mendesak pemkab agar bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan tanpa menunggu tangung jawab pengembang bersangkutan.

”jangan menunggu. Sebab, kalau menunggu, bisa jatuh banyak korban karena jalan berlubang,” kata Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.

Sebelumnya, dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) menyebut tidak semua perbaikan jalan rusak menjadi tanggung jawabnya. Namun, ada juga yang menjadi kewajiban swasta. Terutama jika kerusakan akibat aktivitas bongkar muat pihak pengembang.

”Perbaikan bersama pengembang nanti setelah proyek mereka selesai. Kalau untuk saat ini, tangani saja dulu. Tambal lubang-lubangnya.” tegas angota Komisi C DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman.

Permintaan tersebut bukan hanya untuk perbaikan di jalan Lingkar Timur. Tetapi juga akses jalan lain. Sebut saja, jalan Betro, (Sedati), jalan Sukodono (Gedangan), jalan Ganting (Gedangan)- Jumputrejo (Sukodono). Jalan Dungus-Kebonagung, serta jalan industri Buduran. (Iim/c lS/hud)

 

Sumber: Jawapos, 1 Maret 2018 Halaman 28

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *